Kementerian PU Siapkan Rp351,8 Miliar untuk Tanggap Darurat Bencana 2025, Fokus pada Infrastruktur dan Respons Cepat

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian PU alokasikan Rp351,8 miliar untuk tanggap darurat bencana 2025, fokus pada infrastruktur, teknologi, dan respons cepat. foto: Dok PU

i

Kementerian PU alokasikan Rp351,8 miliar untuk tanggap darurat bencana 2025, fokus pada infrastruktur, teknologi, dan respons cepat. foto: Dok PU

Jakarta, Infomataram.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran sebesar Rp351,83 miliar untuk mendukung kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana sepanjang tahun 2025. Dana tersebut difokuskan untuk memperkuat infrastruktur publik, mempercepat penanganan darurat, serta mendukung proses pemulihan pascabencana di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya kecepatan dan kesiapan dalam menghadapi setiap potensi bencana, terutama pada sektor infrastruktur vital.

“Setiap detik menyangkut nyawa. Kementerian PU harus hadir, bekerja cepat, dan memastikan infrastruktur tetap berfungsi untuk keselamatan rakyat,” ujarnya saat memimpin Apel Siaga Bencana Nasional di Bandung, Jawa Barat, pada 4 November 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam struktur alokasi anggaran, Rp300 miliar diperuntukkan bagi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, sedangkan Rp51,8 miliar untuk Direktorat Jenderal Bina Marga. Selain itu, Kementerian PU juga telah menyiapkan 5.755 unit alat berat, 382.044 bahan logistik, serta 3.455 personel siaga yang tersebar di berbagai titik rawan bencana.

Hingga awal November 2025, realisasi anggaran telah mencapai Rp261,9 miliar atau sekitar 74,4%. Fokus utama diarahkan pada penanganan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Beberapa di antaranya adalah penanganan bencana lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, serta abrasi dan banjir rob di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.

Sisa anggaran sebesar Rp89,9 miliar disiapkan untuk mengantisipasi potensi bencana hingga akhir tahun, seiring dengan prakiraan curah hujan tinggi yang diperkirakan mencapai lebih dari 2.500 mm per tahun oleh BMKG Climate Outlook 2025. Berdasarkan data BNPB, hingga 2 November 2025 tercatat 2.715 kejadian bencana, di mana banjir mendominasi dengan 1.337 kasus (49,24%).

Melihat tren peningkatan kejadian bencana, Kementerian PU juga telah memproyeksikan kenaikan anggaran tanggap darurat tahun 2026 menjadi Rp449,1 miliar, sebagai langkah memperkuat kapasitas penanganan cepat di lapangan.

Selain itu, Kementerian PU memperkuat penggunaan teknologi informasi melalui aplikasi SITABA (Sistem Informasi Tanggap Darurat Bencana) yang dapat diakses publik di https://sitaba.pu.go.id. Berdasarkan data per 4 November 2025, SITABA mencatat 3.574 kegiatan penanganan bencana telah dilakukan sejak 2019.

Dengan dukungan kebijakan nasional dan sinergi lintas sektor, Kementerian PU memastikan bahwa penanganan bencana pada 2025 berjalan lebih adaptif, cepat, dan berbasis data, demi keselamatan dan ketahanan infrastruktur Indonesia.

sumber: PU

Follow WhatsApp Channel infomataram.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah
Dinsos Sleman Berikan Kursi Roda untuk Lansia di Condongcatur, Bantu Tingkatkan Kemandirian
5 Tahun Nglarisi UMKM Jogja: Kolaborasi Kian Solid, Produk Lokal Kian Percaya Diri
DLH Sleman Hadirkan Rumpi ah, Tempat Pilah Botol Plastik Unik untuk Tekan Sampah di Ruang Publik
Sambut Ramadhan 1447 H, Masjid Nurul Ashri Gelar Tarhib “Slow Down Soul Up” Bersama Habib Ja’far Al Jufri
Dari Italia ke Pasar Klitikan Imogiri, Perjalanan Hidup Pak Suyatno Mantan Pemeriksa Kulit Internasional
Rayakan Valentine, Acara “Sayidan… I’m In Love” Digelar Gratis di Yogyakarta
“Unity To Glory, Madiun Unstoppable”, Cara MUF Madiun Perkuat Sinergi Karyawan Lewat Gathering di Jogja

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:03 WIB

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:49 WIB

Dinsos Sleman Berikan Kursi Roda untuk Lansia di Condongcatur, Bantu Tingkatkan Kemandirian

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:41 WIB

5 Tahun Nglarisi UMKM Jogja: Kolaborasi Kian Solid, Produk Lokal Kian Percaya Diri

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:26 WIB

DLH Sleman Hadirkan Rumpi ah, Tempat Pilah Botol Plastik Unik untuk Tekan Sampah di Ruang Publik

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:16 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, Masjid Nurul Ashri Gelar Tarhib “Slow Down Soul Up” Bersama Habib Ja’far Al Jufri

Berita Terbaru

BPJS Kesehatan menjelaskan alasan status peserta PBI JKN bisa berubah menjadi tidak aktif. Simak penyebab penonaktifan dan kebijakan terbaru. foto: Dok Bantulkab.go.id

Berita Unggulan

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah

Jumat, 6 Mar 2026 - 06:03 WIB