Gudang Durian Madding Sleman Dorong Wisata Kuliner dan Ekonomi Kreatif Lokal

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gudang Durian Madding di Sleman jadi penggerak wisata kuliner dan ekonomi kreatif dengan sistem garansi dan beragam durian unggulan. foto: Istimewa

i

Gudang Durian Madding di Sleman jadi penggerak wisata kuliner dan ekonomi kreatif dengan sistem garansi dan beragam durian unggulan. foto: Istimewa

Sleman, Infomataram.com – Kabupaten Sleman terus mengembangkan potensi wisata kuliner berbasis produk lokal. Salah satunya melalui Gudang Durian Madding di Kecamatan Turi yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas kuliner daerah.

Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat daya tarik wisata kuliner dengan mengoptimalkan potensi buah lokal, khususnya durian. Upaya tersebut tercermin dari hadirnya Gudang Durian Madding di Desa Sempu, Kecamatan Turi, yang kini menjadi salah satu tujuan wisata rasa di wilayah utara Sleman.

Gudang Durian Madding beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Tempat ini menyediakan berbagai varietas durian unggulan, antara lain Montong, Bawor, Musang King, dan Sultan. Harga durian yang ditawarkan berkisar antara Rp57.000 hingga Rp250.000 per kilogram, dengan berat buah mulai dari 1,5 kilogram hingga 10 kilogram per biji.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu keunggulan Gudang Durian Madding adalah penerapan sistem garansi penukaran. Pengelola menjamin penggantian durian yang telah dibuka di lokasi apabila kualitas buah tidak sesuai harapan atau ditemukan dalam kondisi rusak.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen pelaku usaha dalam menjaga kepercayaan konsumen sekaligus menerapkan praktik usaha yang sehat dan transparan.

Pengamat kuliner dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Husnaini, menilai keberadaan pusat durian seperti Gudang Durian Madding memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurutnya, pusat durian tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi pengalaman wisata kuliner yang bernilai budaya.

“Durian bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagian dari pengalaman dan budaya kuliner. Tempat seperti Gudang Durian Madding memberi jaminan kualitas sehingga konsumen merasa lebih nyaman,” ujar Husnaini, Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan, keberadaan pusat durian tersebut turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar dan memperkuat citra Sleman sebagai destinasi wisata kuliner berbasis produk lokal.

Dalam persaingan usaha kuliner saat ini, keterbukaan harga dan jaminan mutu dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga loyalitas pelanggan.

“Profesionalisme pelaku usaha terlihat dari bagaimana mereka menjaga kualitas produk dan layanan. Ini yang membuat konsumen tidak ragu untuk kembali,” kata dia.

sumber: Infopublik.id

Follow WhatsApp Channel infomataram.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah
Dinsos Sleman Berikan Kursi Roda untuk Lansia di Condongcatur, Bantu Tingkatkan Kemandirian
5 Tahun Nglarisi UMKM Jogja: Kolaborasi Kian Solid, Produk Lokal Kian Percaya Diri
DLH Sleman Hadirkan Rumpi ah, Tempat Pilah Botol Plastik Unik untuk Tekan Sampah di Ruang Publik
Sambut Ramadhan 1447 H, Masjid Nurul Ashri Gelar Tarhib “Slow Down Soul Up” Bersama Habib Ja’far Al Jufri
Dari Italia ke Pasar Klitikan Imogiri, Perjalanan Hidup Pak Suyatno Mantan Pemeriksa Kulit Internasional
Rayakan Valentine, Acara “Sayidan… I’m In Love” Digelar Gratis di Yogyakarta
“Unity To Glory, Madiun Unstoppable”, Cara MUF Madiun Perkuat Sinergi Karyawan Lewat Gathering di Jogja

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:03 WIB

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:49 WIB

Dinsos Sleman Berikan Kursi Roda untuk Lansia di Condongcatur, Bantu Tingkatkan Kemandirian

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:41 WIB

5 Tahun Nglarisi UMKM Jogja: Kolaborasi Kian Solid, Produk Lokal Kian Percaya Diri

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:26 WIB

DLH Sleman Hadirkan Rumpi ah, Tempat Pilah Botol Plastik Unik untuk Tekan Sampah di Ruang Publik

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:16 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, Masjid Nurul Ashri Gelar Tarhib “Slow Down Soul Up” Bersama Habib Ja’far Al Jufri

Berita Terbaru

BPJS Kesehatan menjelaskan alasan status peserta PBI JKN bisa berubah menjadi tidak aktif. Simak penyebab penonaktifan dan kebijakan terbaru. foto: Dok Bantulkab.go.id

Berita Unggulan

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah

Jumat, 6 Mar 2026 - 06:03 WIB