Pemerintah Siap Bangun Permanen Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi, Tampung Lebih dari 112 Ribu Siswa

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi untuk menampung 112 ribu siswa demi pemerataan pendidikan nasional. foto: Dok PU

i

Pemerintah membangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi untuk menampung 112 ribu siswa demi pemerataan pendidikan nasional. foto: Dok PU

Jakarta, Infomataram.com – Pemerintah secara resmi akan meluncurkan pembangunan permanen Sekolah Rakyat Tahap II yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di 104 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif, adil, dan berpihak pada masyarakat rentan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang bangsa untuk menciptakan generasi unggul dan berdaya saing.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk menampung total 112.320 siswa melalui penyediaan 3.744 rombongan belajar (rombel). Rinciannya terdiri dari 1.872 rombel Sekolah Dasar (SD), 936 rombel Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 936 rombel Sekolah Menengah Atas (SMA).

Setiap lokasi Sekolah Rakyat memiliki kapasitas 1.080 siswa dengan total 36 rombel. Komposisinya meliputi 18 rombel SD (540 siswa), 9 rombel SMP (270 siswa), dan 9 rombel SMA (270 siswa).

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II tersebar merata di seluruh Indonesia, meliputi 26 lokasi di Pulau Sumatera, 40 lokasi di Pulau Jawa, 12 lokasi di Kalimantan, masing-masing 1 lokasi di Bali dan Nusa Tenggara, 16 lokasi di Sulawesi, 4 lokasi di Kepulauan Maluku, serta 3 lokasi di Papua.

Setiap Sekolah Rakyat dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan oleh pemerintah daerah. Konsep yang diterapkan adalah boarding school dengan asrama bagi siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

Fasilitas yang disiapkan mencakup ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, sarana olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta asrama guru dan pendamping. Area hijau dan lansekap juga dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman.

Sekolah Rakyat Tahap II merupakan pengembangan dari Tahap I yang telah beroperasi pada Tahun Ajaran 2025/2026 dengan total 166 sekolah. Pembangunan Tahap II ditargetkan rampung secara bertahap untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Hingga 31 Desember 2025, progres pekerjaan fisik Sekolah Rakyat Tahap II telah mencapai 3,98 persen, mencakup pekerjaan awal konstruksi dan penyiapan infrastruktur dasar. Untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan pembangunan, pemerintah juga memastikan seluruh lokasi memenuhi persyaratan kesiapan, mulai dari sertifikat lahan, dokumen lingkungan, hingga persetujuan bangunan gedung.

sumber: PU

Follow WhatsApp Channel infomataram.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah
Dinsos Sleman Berikan Kursi Roda untuk Lansia di Condongcatur, Bantu Tingkatkan Kemandirian
5 Tahun Nglarisi UMKM Jogja: Kolaborasi Kian Solid, Produk Lokal Kian Percaya Diri
DLH Sleman Hadirkan Rumpi ah, Tempat Pilah Botol Plastik Unik untuk Tekan Sampah di Ruang Publik
Sambut Ramadhan 1447 H, Masjid Nurul Ashri Gelar Tarhib “Slow Down Soul Up” Bersama Habib Ja’far Al Jufri
Dari Italia ke Pasar Klitikan Imogiri, Perjalanan Hidup Pak Suyatno Mantan Pemeriksa Kulit Internasional
Rayakan Valentine, Acara “Sayidan… I’m In Love” Digelar Gratis di Yogyakarta
“Unity To Glory, Madiun Unstoppable”, Cara MUF Madiun Perkuat Sinergi Karyawan Lewat Gathering di Jogja

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:03 WIB

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:49 WIB

Dinsos Sleman Berikan Kursi Roda untuk Lansia di Condongcatur, Bantu Tingkatkan Kemandirian

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:41 WIB

5 Tahun Nglarisi UMKM Jogja: Kolaborasi Kian Solid, Produk Lokal Kian Percaya Diri

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:26 WIB

DLH Sleman Hadirkan Rumpi ah, Tempat Pilah Botol Plastik Unik untuk Tekan Sampah di Ruang Publik

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:16 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, Masjid Nurul Ashri Gelar Tarhib “Slow Down Soul Up” Bersama Habib Ja’far Al Jufri

Berita Terbaru

BPJS Kesehatan menjelaskan alasan status peserta PBI JKN bisa berubah menjadi tidak aktif. Simak penyebab penonaktifan dan kebijakan terbaru. foto: Dok Bantulkab.go.id

Berita Unggulan

BPJS Kesehatan Jelaskan Alasan Status Peserta PBI JKN Bisa Berubah

Jumat, 6 Mar 2026 - 06:03 WIB